RAPAT KERJA MKKS SMP KABUPATEN SERANG 2025: EVALUASI DAN SINERGI MENUJU PROGRAM PENDIDIKAN BERKELANJUTAN
VoSS_GUNSA.News- Anyer, 30 Januari 2025 – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Serang menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Allisa Resort Anyer. Mengusung tema “Evaluasi dan Sinergi untuk Perencanaan Program Kerja MKKS yang Berkelanjutan dan Berdampak”, kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta dari total 32 orang yang terdaftar. Peserta terdiri dari pengurus MKKS SMP dan pengurus Rayon 1 hingga 6.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua MKKS SMP Kabupaten Serang, Wahid Hasyim (WH). Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya evaluasi serta perencanaan program kerja yang inovatif dan responsif terhadap tantangan pendidikan saat ini. “Raker ini diadakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya, memahami capaian, kendala, dan dampaknya. Selain itu, kami menyusun program kerja yang lebih inovatif, berdampak, dan responsif terhadap tantangan pendidikan saat ini, serta menguatkan peran MKKS sebagai forum pengembangan profesional kepala sekolah,” paparnya.
Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antar kepala sekolah serta menjaga hubungan baik di antara satuan pendidikan.
Rapat yang dipimpin oleh Pimpinan Sidang, Endang Dq, mencakup evaluasi program kerja, laporan keuangan, serta pembahasan rencana kerja berjalan tahun 2025. Diskusi yang produktif menghasilkan sejumlah dokumen penting, termasuk rancangan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) MKKS SMP yang akan disempurnakan di waktu mendatang.
Ide dan Gagasan Baru untuk Program Kerja 2025
Sesi diskusi yang berlangsung dinamis memunculkan berbagai ide dan gagasan dari semua anggota bidang. Salah satu perhatian utama adalah respons terhadap kebijakan pendidikan nasional terkait implementasi pendekatan deep learning dalam transformasi kurikulum serta penguatan literasi dan numerasi siswa.
M. Amin, selaku anggota bidang pengembangan usaha dan kemitraan, menyoroti pentingnya penguatan kewirausahaan bagi kepala sekolah. “Kepala sekolah harus memiliki keterampilan kewirausahaan yang kuat agar dapat mengelola sekolah dengan lebih mandiri dan inovatif, terutama dalam mencari solusi pendanaan non-APBD. Ini akan sangat membantu dalam mengembangkan program sekolah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Jaimudin dari bidang pengembangan SDM, mengusulkan perlombaan Best Practice bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK). “Dengan adanya lomba ini, kita bisa mendorong para GTK untuk berbagi praktik terbaik mereka dalam pembelajaran dan pengelolaan sekolah, sehingga kualitas pendidikan terus meningkat,” jelasnya.
Dari bidang Kesiswaan dan Pengembangan Bakat Prestasi Siswa, Elis Cahyati, memaparkan selain mempertahankan program-program yang sudah ada yang belum dilaksanakan seperti pemilihan duta baca dan penyiapan atlet-atlet O2SN dan FLS2N, juga mernyampaikan pentingnya edukasi siswa terkait perlindungan terhadap bullying dan penguatan karakter. “Edukasi ini penting agar siswa memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ungkapnya.
Karenanya bimtek tindakan antisipasi tindak kekerasan, tawuran, kekerasan seksual dan perundungan menjadi prioritas program pada bidang kesiswaan tersebut dengan sasaran Tim TPPK Satuan Pendidikan dan siswa.
Sementara itu, Dewi Kusumaningrum dari bidang Kurikulum menekankan perlunya penguatan persiapan siswa dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). “Kita perlu mempersiapkan siswa secara sistematis untuk berprestasi dalam OSN, karena ini menjadi salah satu indikator keberhasilan sekolah dalam bidang akademik,” ujarnya.
Evaluasi Kegiatan dan Harapan ke Depan
Sekretaris MKKS, Izhet, mengapresiasi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan raker ini. “Alhamdulillah, raker ini berjalan baik dan lancar. Hasilnya memuaskan dan luar biasa,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ahmad Sutisna, Bendahara MKKS, memberikan evaluasi terkait waktu pelaksanaan. “Alhamdulillah menurut saya raker ini berjalan dengan baik meskipun kurang waktu rasanya karena tidak sampai tuntas dalam pembuatan RKA. Namun itu tidak masalah, bisa dilanjutkan di lain waktu. Hanya saja alangkah baiknya jika selesai tuntas agar memudahkan dalam pelaksanaannya. Tapi secara keseluruhan bagus dan dari sisi tempat pelaksanaan juga memuaskan. Terima kasih,” jelas Tisna.
Dengan biaya yang bersumber dari kas MKKS, kegiatan ini menghasilkan evaluasi kinerja, rencana kerja MKKS tahun 2025, serta berbagai rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemangku kepentingan dan stakeholder terkait.
Raker ini diharapkan menjadi momentum sinergi antar kepala sekolah dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Serang. “Kita harus terus bersinergi agar pendidikan di Kabupaten Serang semakin maju,” pungkas Pimpinan Sidang. (aroel)
