MKKS SMP Gelar Seminar Refleksi Kurikulum Merdeka dan Arah Kebijakan Pendidikan Nasional
VoSS_GUNSA.News- Serang, 17 Desember 2024 – Seminar Pendidikan bertema “Merefleksi Perjalanan Kurikulum Merdeka dan Meneropong Kebijakan Pendidikan Nasional” sukses digelar di SMPIT Baitul Ulum Almusawwa, Kramatwatu, Kabupaten Serang. Acara yang berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024 ini merupakan hasil kerjasama antara MKKS SMP Kabupaten Serang dengan Erlass_Erlangga dan dihadiri oleh peserta dari berbagai sekolah. Kegiatan tersebut menghadirkan Rahmat Hidayat, seorang asesor dan penilai Guru Penggerak dari Kemendikbud yang berasal dari Kota Bandung, sebagai narasumber utama. Dalam pembukaannya, Ketua MKKS SMP Kabupaten Serang, Wahid Hasyim, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan pentingnya seminar ini sebagai ruang refleksi dan diskusi bersama para Kepala Sekolah untuk memaksimalkan implementasi Kurikulum Merdeka.
Pada sesi sambutan, Husaeni selaku Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdikbud Kabupaten Serang menegaskan bahwa perubahan kurikulum adalah sebuah keniscayaan yang harus disikapi dengan kesiapan oleh seluruh tenaga pendidik. Beliau juga mengingatkan dipenghujung tahun ini pasca kegiatan asesmen akhir semestwr (AAS) agar guru fokus pada penyelesaian rapor dan memastikan pengelolaan peserta didik lebih terkontrol. “Penilaian e-kinerja harus tetap diselesaikan, sekalipun ada potensi perubahan kebijakan di masa depan. Adapun pembagian rapor akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2024, sementara awal semester genap dimulai pada 6 Januari 2025,” ujar Husaeni. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan smart class yang akan segera diterima beberapa sekolah penerima di Kabupaten Serang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Serang, Drs. H. Darwinur, yang menyampaikan sejumlah poin penting. Beliau meminta sekolah untuk memaksimalkan implementasi Kurikulum Merdeka pada tiga level yakni Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Selain itu, Darwinur menegaskan agar praktik penjualan LKS tidak terjadi lagi di sekolah, serta mendesak pihak sekolah untuk mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan dengan mengoptimalkan program TPPKS. Beliau juga mengingatkan agar setiap perselisihan antar rekan sejawat diselesaikan secara internal di sekolah. “Sekolah juga perlu menyiapkan laporan keuangan dengan baik karena dalam waktu dekat akan ada audit dari BPK terkait dana BOSP. Jangan sampai ada temuan atau catatan pemeriksaan yang berulang,” tegas Darwinur sebelum secara resmi membuka kegiatan seminar.
Dalam paparannya, Rahmat Hidayat menegaskan bahwa ruh utama dari sebuah kurikulum terletak pada dua hal : learning (pembelajaran) dan assessment (penilaian). Kurikulum Merdeka hadir bukan untuk menyulitkan guru, melainkan untuk memudahkan proses pembelajaran. Perubahan yang dibawa terfokus pada dua aspek mendasar, yakni cara mengajar dan cara menilai siswa.
Rahmat menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki dua target besar, yaitu kompetensi dan karakter siswa, serta berfungsi sebagai upaya transformasi pendidikan dan mewujudkan cita-cita kurikulum nasional.
Dalam materi utamanya, Rahmat Hidayat, membawakan sesi refleksi perjalanan implementasi Kurikulum Merdeka dengan menyoroti tantangan, capaian, serta strategi pendidik dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan. Diskusi panel yang dipandu oleh moderator Drs. H. Jaimudin, M.Pd turut membahas kebijakan pendidikan nasional dan transformasi pembelajaran melalui pendekatan Deep Learning, yang mengundang antusiasme peserta untuk bertanya dan berdiskusi. Seminar ini berjalan interaktif dengan banyak masukan dan pengalaman yang dibagikan oleh para peserta.
Salah satu peserta, Siti Kurniasih, S.Pd, guru dari SMP Negeri 2 Kramatwatu, menyampaikan kesan positifnya terhadap seminar ini. “Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan. Saya merasa lebih paham tentang tantangan penerapan Kurikulum Merdeka dan mendapatkan solusi yang praktis untuk pengelolaan kelas. Diskusi panel juga membuka wawasan saya terkait kebijakan pendidikan ke depan,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Yudi Permana, M.Pd, guru dari SMPIT Bina Bangsa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memahami strategi deep learning dan implementasi Kurikulum Merdeka. Kami jadi lebih siap menghadapi semester depan dengan langkah yang lebih terstruktur dan terencana,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan rangkuman diskusi oleh moderator, doa penutup yang dipimpin oleh Ust. Jayadi, S.Pd, serta sesi ramah tamah dan makan siang bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di Kabupaten Serang dapat merefleksi perjalanan implementasi Kurikulum Merdeka dan semakin siap menghadapi kebijakan pendidikan nasional dengan langkah konkret dan terencana.
