TEKNIK DASAR FOTOGRAFI MENJADI MATERI PENTING DALAM LDKS OSIS SMPN 1 GUNUNGSARI
Serang, 21 Pebruari 2025 – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS SMPN 1 Gunungsari tahun ini menghadirkan sesi istimewa dengan tambahan materi teknik dasar fotografi. Materi ini disampaikan oleh Noerhaipin La Manna, seorang fotografer lepas asal Banten yang telah dikenal luas atas kemampuan dan hasil karyanya di bidang fotografi jurnalistik. Sesi ini berlangsung pada hari pertama LDKS Jum’at (21/02/2025), tepatnya pada pukul 23.00 hingga 24.00 di Pondok Bu Euis, Sukacai, Baros, dan dilanjutkan dengan praktik pengambilan gambar keesokan harinya.

Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai teknik dasar fotografi, termasuk pencahayaan, komposisi, serta pengambilan sudut gambar yang baik. Hal ini dianggap penting mengingat peran pengurus OSIS dalam dokumentasi dan publikasi kegiatan sekolah.
Meningkatkan Keterampilan Dokumentasi dan Publikasi
Menurut Kepala SMPN 1 Gunungsari, Endang Daruqutni, materi fotografi ini memiliki manfaat besar bagi OSIS. “Kami sangat mendukung adanya tambahan materi fotografi dalam LDKS ini. Ini akan memberikan manfaat besar bagi pengurus OSIS dalam mendokumentasikan kegiatan sekolah dengan lebih profesional,” ujarnya.

Selain itu, fotografi juga berperan dalam optimalisasi media sosial dan publikasi sekolah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknik fotografi, pengurus OSIS dapat menyajikan konten yang lebih profesional, meningkatkan keterlibatan siswa, serta membangun citra positif sekolah.
Pentingnya Kreativitas dan Keterampilan Jurnalistik
Haipin dalam sesi materinya menekankan bahwa fotografi bukan sekadar menangkap gambar, tetapi juga sarana untuk bercerita melalui visual. “Fotografi bukan hanya soal mengabadikan momen, tetapi juga soal menyampaikan cerita. Dengan pemahaman dasar teknik fotografi, kalian bisa membuat dokumentasi yang lebih bermakna dan menarik bagi banyak orang,” ungkapnya. 
Selain itu, keterampilan fotografi juga bisa menjadi bekal bagi siswa yang tertarik dalam bidang jurnalistik, media, atau desain. Dengan dasar yang kuat, mereka dapat mengembangkan keterampilan ini lebih jauh dan bahkan mengikuti berbagai kompetisi fotografi atau proyek dokumentasi sekolah.
Salah satu peserta LDKS, Nurmala, mengungkapkan kesan positifnya terhadap materi ini. “Saya sangat senang bisa belajar teknik fotografi langsung dari seorang fotografer profesional. Sekarang saya lebih paham bagaimana cara mengambil gambar yang bagus dan bisa bermanfaat untuk dokumentasi OSIS,” tuturnya.
Dengan adanya materi ini, diharapkan pengurus OSIS semakin terampil dalam mendokumentasikan berbagai kegiatan sekolah, sekaligus menumbuhkan minat dan bakat mereka dalam dunia fotografi. (Edq)
