Membangun Imajinasi, Mengukir Masa Depan: Pelatihan Cerpen SMPN 1 Gunungsari
Gunungsari, 19 Februari 2025 – Tim Literasi SMPN 1 Gunungsari sukses menyelenggarakan pelatihan penulisan cerpen remaja dengan tema Menulis Cerita, Mengukir Masa Depan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kreativitas dan keterampilan menulis siswa dalam menghasilkan karya sastra yang berkualitas.
Bertempat di Laboratorium Komputer, pelatihan ini menghadirkan Rahmat Heldy HS atau yang akrab disapa Rahel, seorang Duta Baca Banten sekaligus instruktur literasi nasional, sebagai narasumber utama. Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 55 peserta dari berbagai tingkatan kelas (7, 8, dan 9) serta lima orang guru yang tergabung dalam Tim Literasi Sekolah.

Rangkaian Kegiatan
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Marini, S.Pd., salah satu anggota Tim Literasi Sekolah. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air.
Koordinator Tim Literasi Sekolah, Euis Maesaroh, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, “Menulis adalah salah satu keterampilan yang sangat penting bagi generasi muda. Melalui pelatihan ini, kami berharap siswa dapat mengembangkan potensi literasi mereka dan berani menuangkan imajinasinya dalam bentuk cerita.”
Kepala Sekolah SMPN 1 Gunungsari, Endang Daruqutni, M.Pd., juga memberikan arahan sekaligus dukungan penuh terhadap kegiatan literasi di sekolah. “Sekolah akan terus mendukung berbagai program literasi agar siswa semakin terampil dalam menulis. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat mereka untuk terus berkarya.”

Salah satu momen istimewa dalam kegiatan ini adalah penyematan selendang Duta Literasi Sekolah kepada tiga siswa yang aktif dalam program literasi dan berhasil menjuarai kompetisi penulisan karya sastra dalam Program GSMB Nasional 2024. Mereka adalah Putri Nurshafa, Susilawati dan Helmiah

Paparan Materi oleh Narasumber
Dalam sesi utama, Rahmat Heldy HS membawakan materi tentang teknik dasar penulisan cerpen dengan fokus pada dunia imajinasi dan kekuatan lokalitas. Ia juga menjelaskan struktur cerita pendek yang meliputi orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, dan resolusi.
“Cerpen adalah seni menuturkan kisah yang singkat tetapi bermakna. Imajinasi dan unsur lokalitas bisa menjadi kekuatan utama dalam membangun cerita yang menarik,” ujar Rahel, yang juga merupakan penulis novel Guruku Sayang, Dibuang Jangan, sebuah buku best seller yang banyak dijadikan referensi penelitian oleh mahasiswa jurusan bahasa.

Setelah pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik menulis cerpen secara individu berdasarkan tema yang telah ditentukan. Selanjutnya, hasil tulisan peserta direview dan dipresentasikan. Salah satu peserta, Mahdori (7 G), berbagi pengalamannya setelah mengikuti pelatihan ini, “Saya jadi lebih paham bagaimana menyusun cerita dengan alur yang menarik. Sekarang saya lebih percaya diri untuk menulis cerpen.”

Putri Nurshafa, salah satu penerima selendang Duta Literasi Sekolah, juga menyampaikan harapannya, “Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Saya ingin semakin banyak teman-teman yang ikut aktif dalam literasi dan menghasilkan karya-karya hebat.”
Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan rencana tindak lanjut berupa pembimbingan intensif bagi siswa yang ingin mengembangkan lebih lanjut keterampilan menulis cerpennya. Dengan adanya kegiatan ini, SMPN 1 Gunungsari semakin meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang cinta literasi dan siap berkarya di masa depan.
