Eksplorasi Seni Musik Nusantara di SMPN 1 Gunungsari: Pembelajaran Interaktif dengan Model Window Shopping
VoSS_GUNSA.News – Serang, 13 Februari 2025 – Suasana kelas 8F SMPN 1 Gunungsari siang itu dipenuhi semangat dan keceriaan. Para siswa bergerak aktif dari satu sudut ke sudut lain, mengamati dan berdiskusi tentang berbagai lagu dan alat musik daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Seni Musik, yang kali ini dipandu oleh Bapak Edeqi, menggantikan Ibu Resti, guru pengampu yang sedang cuti melahirkan.

Dengan menerapkan model pembelajaran Window Shopping, siswa tidak hanya belajar teori tentang musik daerah, tetapi juga terlibat secara aktif dalam eksplorasi dan apresiasi keberagaman seni musik Nusantara melalui interaksi langsung dengan teman-teman mereka.
Eksplorasi Musik Tradisional dalam Kelompok
Pembelajaran dimulai dengan eksplorasi individu, di mana setiap siswa membaca materi tentang apresiasi seni musik Nusantara, memahami karakteristik musik daerah, serta makna yang terkandung dalam setiap lagunya.
Setelah itu, siswa dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing terdiri dari lima hingga enam orang. Setiap kelompok diberikan tugas untuk meneliti satu provinsi di Indonesia, dengan fokus pada:Lagu daerah dari provinsi tersebut beserta judul, makna, dan penciptanya, Alat musik khas yang digunakan serta teknik memainkannya. Konteks budaya, seperti dalam acara atau perayaan apa lagu tersebut sering digunakan, Notasi dan lirik lagu, sebagai bentuk dokumentasi apresiasi seni musik sertar Praktik menyanyikan lagu daerah tersebut dalam kelompok.

Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya, hasil kerja mereka dipajang di berbagai dinding atau sudut kelas dalam bentuk papan presentasi jenis karton, membentuk “etalase budaya” yang siap dikunjungi oleh teman-teman mereka.
Window Shopping: Berkeliling dan Belajar Secara Interaktif
Sesi Window Shopping pun dimulai. Dua orang dari setiap kelompok bertugas sebagai penjaga toko, menjelaskan hasil kerja mereka kepada pengunjung dari kelompok lain. Sementara itu, anggota lainnya berkeliling mengunjungi kelompok lain untuk mempelajari hasil kerja teman-teman mereka.

Edeqi, selaku guru pengampu sementara, menjelaskan bahwa model ini dipilih agar siswa dapat belajar dengan lebih aktif dan mendalam.
“Metode Window Shopping ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan dari guru, tetapi mereka juga saling bertukar informasi dan berdiskusi langsung dengan teman-temannya. Ini membuat mereka lebih memahami dan mengapresiasi keberagaman seni musik di Indonesia,” jelasnya.

Suasana kelas dipenuhi diskusi yang hidup. Siswa dengan antusias bertanya kepada penjaga toko tentang lagu daerah yang mereka pelajari, mencatat poin-poin penting, serta membandingkan karakteristik musik dari satu daerah dengan daerah lainnya. Beberapa kelompok bahkan mencoba mempraktikkan lagu daerah secara spontan sesuai dengan notase yang ada.
Antusiasme dan Hasil Pembelajaran
Salah satu siswa, Putri mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati kegiatan ini karena bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
“Seru banget! Kita jadi tahu lagu-lagu daerah dari provinsi lain. Ternyata ada banyak alat musik yang unik dan cara memainkannya juga beda-beda. Pas nyanyi bareng teman-teman juga jadi lebih ingat liriknya,” ujar Putri dengan semangat.

Setelah sesi eksplorasi selesai, setiap kelompok berdiskusi kembali untuk merefleksikan temuan mereka. Guru kemudian memandu diskusi kelas dengan mengajukan pertanyaan seperti: Apa perbedaan utama antara lagu daerah satu dengan yang lain?, Bagaimana musik daerah dapat mencerminkan budaya dan kehidupan masyarakat setempat?, Serta Mengapa penting untuk melestarikan musik tradisional?
Melalui metode pembelajaran ini, siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang seni musik Nusantara, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Dengan cara belajar yang menyenangkan dan interaktif, diharapkan siswa dapat lebih menghargai keberagaman budaya Indonesia dan turut serta dalam melestarikannya. (Admin)
